TUGAS
MANDIRI
ETIKA
DAN NILAI LINGKUNGAN
“JAWABAN SOAL ”
OLEH :
DARWIN
12131011104
darwinbinhus@gmail.com
Dosen :
Prof. Dr. Ir. Supli
Effendi Rahim, M.Sc
PROGRAM PASCA SARJANA
KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke
hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan Soal Ujian Nilai dan Etika Lingkungan. Makalah ini diajukan guna
memenuhi tugas Mata Kuliah Etika dan Nilai Lingkungan di Program Pasca Sarja
Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang. Penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat
diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi
masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Palembang,
31 Maret 2013
(Darwin)
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
ekosistem? rincikan ekosistem apa saja yang ada di bumi dan di sekitar anda.
Lengkapi dengan gambar.
Pengertian Ekosistem
Menurut
Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa
ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh
menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas,
dan produktivitas lingkungan hidup.
Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem
dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem
air tawar dan ekosistem air laut.
1. Ekosistem
Darat
Ekosistem darat
adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak
geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa
bioma, yaitu :
a.
Bioma Gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di
daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang
dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai
45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah
(bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.
Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun
dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak
berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.
Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan
kalajengking.
b.
Bioma Padang Rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang
terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan
kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas
(peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada
terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada
kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala,
gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
c.
Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di
daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per
tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan
yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m,
cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat
di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi
suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan
basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan
anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan,
harimau, dan burung hantu.
d.
Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di
daerah beriklim sedang, Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur).
Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain
rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
e.
Bioma Taiga
Bioma taiga terdapat di belahan
bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di
musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu
spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah
sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan
burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
f.
Bioma Tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi
sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak
gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan
yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang
pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan
yang dingin.
Ekoksistem perairan ;
2. Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri
ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya
kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak
adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum
hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya
telah beradaptasi. Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut:
a.
Adaptasi Tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar
biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan
alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri.
Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar
jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air,
tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
b.
Adaptasi Hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton.
Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat.
Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam
mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara
keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan
pencernaan.
Habitat air
tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan
organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
a.
Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi
menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof
(makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau
organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
b.
Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan
sebagai berikut.
1.
Plankton; terdiri alas fitoplankton dan
zooplankton; biasanya melayang-layang
(bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
2.
Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air,
misalnya ikan.
3.
Neuston; organisme yang mengapung atau berenang
di permukaan air atau bertempat
pada permukaan air, misalnya serangga
air.
4.
Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang
melekat/bergantung pada tumbuhan atau
benda lain, misalnya keong.
5.
Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar
atau hidup pada endapan. Bentos dapat
sessil (melekat) atau bergerak bebas,
misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air
tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air
tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
a.
Danau
Danau merupakan badan air yang
menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter
persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya
matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi
fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari
disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang
drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan
daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan
tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan
hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
a)
Daerah Litoral
Daerah ini merupakan daerah
dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan
dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada
yang mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas organisme sangat beragam
termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput
dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti
kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari
makan di danau.
b)
Daerah Limnetik
Daerah ini merupakan daerah air
bebas yang jauh dari tepi dan masih
dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai
fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan
bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar
termasuk Rotifera dan udang- udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton
dimakan oleh ikan ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar,
kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.
c)
Daerah Profundal
Daerah ini merupakan daerah yang
dalam, yaitu daerah afotik danau.
Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang
jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d)
Daerah Bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat
terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. Danau juga dapat dikelompokkan
berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
1)
Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan
untuk danau yang dalam dan kekurangan
makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya,
airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak
terdapat oksigen sepanjang tahun.
2)
Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk
danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat
produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme,
dan oksigen terdapat di daerah
profundal.
Danau oligotrofik dapat berkembang
menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan
endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya
dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya
danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan
populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang
berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi
membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
b.
Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang
mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit
sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen
pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai
berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan
komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai
gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar,
sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga
berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai
Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai
besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis,
dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan
tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh
tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat
kecil yang bebas dari pusaran air.
3. Ekosistem
Air Laut
Ekosistem air
laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
a.
Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai
oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama
di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah
tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi.
Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di
bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut
merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan
banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air
bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya
rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan
kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal. Menurut kedalamannya,
ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
·
Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan
darat.
·
Neretik merupakan daerah yang masih dapat
ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
·
Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar
antara 200-2500 m
·
Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan
lebih dalam dari pantai (1.500-10.000
m).
4. Ekosistem
Pantai
Ekosistem
pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang
surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh
siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki
adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah
paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni
oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi
kepiting dan burung pantai.
Komunitas
tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan
sebagai berikut.
a.
Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang
paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap
hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan
lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan
Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum
(bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).
b.
Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan
baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia,
Guettarda, dan Erythrina. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur,
maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas
merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk
mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang
surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa,
Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah,
pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra,
Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.
c.
Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat
bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur
intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap
mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus
harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang,
dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang,
kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang
menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat
air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi
air, yaitu unggas air.
d.
Terumbu Karang
Di laut tropis, pada daerah
neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan
organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah
komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat
berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang
(koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat.
Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat
tempat hidup karang lain dan ganggang. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan
organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro
organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti
siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan
karnivora.
2. Apa yang dimaksud dengan nilai
lingkungan? Lengkapi dengan bagaimana mengkuantifikasi nilai lingkungan
tersebut.
Jawab:
Nilai adalah sesuatu yang penting, baik dan
berharga. Dalam nilai terkandung sesuatu yang ideal, harapan yang
dicita-citakan untuk kebajikan. Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan
menghubungkan sesuatu dengan yang lain dan kemudian mengambil keputusan.
Sesuatu dianggap punya nilai jika sesuatu itu dianggap penting, baik dan
berharga bagi kehidupan umat manusia. Baik ditinjau dari segi religius,
politik, hukum, moral, etika, estetika, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya.
(Fauzi, 2004).
Konsep nilai didefinisikan sebagai tingkat
kepuasan (utilitas) yang diperoleh seorang konsumen dari kegiatan mengkonsumsi
suatu barang dan jasa. Menurut Fauzi (2004) pengertian nilai atau value
khususnya yang menyangkut dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh
sumberdaya alam dan lingkungan memang bisa berbeda jika dipandang dari berbagai
disiplin ilmu.
Istilah lingkungan, sebagai ungkapan
singkat dari lingkungan hidup merupakan istilah asing environment (Inggeris). Ilmu yang mengkaji tentang
lingkungan hidup ini disebut ekologi. Jadi ilmu lingkungan hidup adalah ilmu
yang mempelajari tentang kenyataan lingkungan hidup, dan bagaimana mengelolanya
untuk menjaga kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya.
Nilai lingkungan artinya ada kandungan
yang terdapat dalam lingkungan. Lingkungan yang mempunyai nilai positif,
berharga dan dipentingkan dengan sebaik-baiknya, dimana artinya yang
berkarakter dan mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai lingkungan dalam
menunjang kehidupan, sepeti karakter cinta pada Sang Maha Pencipta dan segenap
ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai lingkungan yang berharga tersebut
sangatlah penting bagi perkembangan semua makhluk untuk bertahan hidup dan
untuk beribadah pada Sang Pencipta, juga nilai lingkungan harus mencakup
kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran dan amanah, diplomatis, hormat dan
santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong dan kerjasama dalam
menjaga dan melestarikan lingkungan.
Bagaimana cara mengkuantifikasi
nilai lingkungan. Pengertian kuantifikasi adalah keterangan yang berhubungan
dengan kuantitas atau jumlah. Misalnya setiap, beberapa, semua.
Contoh: Semua pohon rambutan di
belakang rumahku sedang berbuah lebat. Tak ada satu pohon belimbing didepan
rumahku yang tak berbunga.
“Jadi salah satu cara mengkuantifikasi nilai
lingkungan adalah dengan meyakini bahwa semua cara kita memelihara nilai
lingkungan akan berguna bagi kelangsungan hidup yang lebih baik dimasa
mendatang.
Harus kita yakini bahwa setiap
kebaikan yang kita lakukan untuk lingkungan akan sangat bermanfaat bagi
kelestarian lingkungan dimasa depan, sekecil apapun itu, misalnya dengan
membiasakan diri dan keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya.
3. Jelaskan jenis-jenis etika
lingkungan yang anda ketahui. Jelaskan bagaimana strategi penerapan etika
lingkungan itu.
Jawab :
Etika
Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal
dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada
tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi,
dan etika Keutamaan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar
manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan
makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Etika Lingkungan disebut juga Etika
Ekologi. Etika Ekologi selanjutnya dibedakan dan menjadi dua yaitu etika ekologi dalam dan etika ekologi
dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika
pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang
menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia,
sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan
lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.
Adapun hal-hal yang harus
diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut:
a. Manusia
merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu
menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
b. Manusia
sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk menjaga
terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
c.
Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang
terbatas termasuk bahan energy.
Lingkungan
disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang
lain.Di samping itu, etika Lingkungan tidak hanya berbicara mengenai perilaku
manusia terhadap alam, namun juga mengenai relasi di antara semua kehidupan
alam semesta, yaitu antara manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada
alam dan antara manusia dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara
keseluruhan.
Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika lingkungan hidup berbicara
mengenai perilaku manusia terhadap alam serta hubungan antara semua kehidupan
alam semesta. Etika lingkungan (etika ekologi) adalah pendekatan terhadap
lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan sebagai keseluruhan
kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna
yang sama. Prinsip etika ekologi adalah: semua bentuk kehidupan memiliki nilai
bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga
diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang.
Etika lingkungan dapat dibedakan
menjadi etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang
menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia,
sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan
lingkungan untuk kepentingan semua mahluk. Etika ekologi dapat dibedakan
menjadi etika ekologi mendalam dan etika ekologi dangkal.
1. Etika
Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal merupakan
pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan fungsi lingkungan sebagai sarana
penyelenggaraan kepentingan manusia dan bersifat antroposentris. Etika ekologi
dangkal biasa diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu
pengetahuan mekanistik. Dalam hal ini, alam hanya dipandang sebagai alat pemenuhan
kebutuhan hidup manusia. Poin-poin penekanan dalam etika antroposentris adalah
sebagai berikut.
·
Manusia terpisah dari alam.
·
Mengutamakan hak-hak manusia atas alam tetapi
tidak menekankan tanggung jawab manusia.
·
Mengutamakan perasaan manusia sebagai pusat
keprihatinannya.
·
Kebijakan dan manajemen sumber daya alam untuk
kepentingan manusia.
·
Norma utama adalah untung rugi.
·
Mengutamakan rencana jangka pendek.
Jenis etika
antroposentris :
v
Etika antroposentris yang menekankan segi
estetika alam (etika lingkungan harus dicari pada kepentingan manusia, secara
khusus kepentingan estetika).
v
Etika antroposentris yang mengutamakan
kepentingan generasi penerus (mendasarkan etika lingkungan pada perlindungan
atau konservasi alam yang ditujukan untuk generasi penerus manusia).
2. Etika
Ekologi Mendalam
Dalam hal ini, alam dipandang memiliki
fungsi kehidupan, patut dihargai dan
diperlakukan dengan cara yang baik (etika lingkungan ekstensionisme atau
preservasi). Karena alam disadari sebagai penopang kehidupan manusia dan
seluruh ciptaan. Untuk itu manusia dipanggil untuk memelihara alam demi
kepentingan bersama, kepentingan manusia dan kepentingan alam itu sendiri.
Berikut adalah
poin-poin yang ditekankan dalam etika ekologi :
·
Manusia adalah bagian dari alam
·
Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat
dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang
·
Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih
kalau alam diperlakukan sewenang-wenang
·
Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk
·
Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai
·
Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati
·
Menghargai dan memelihara tata alam
·
Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai
ekosistem
·
Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan
menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.
Berikut adalah
jenis-jenis etika ekologi mendalam.
·
Etika Neo-Utilitarisme
Etika ini merupakan pengembangan etika utilitarisme
Jeremy Bentham yang dipelopori Pete Singer yang menekankan kebaikan untuk semua
sehingga kebaikan etika lingkungan ditujukan untuk seluruh mahluk.
·
Etika Zoosentrisme
Etika ini menekankan perjuangan hak-hak binatang
(pembebasan binatang) dengan tokoh
Charles Brich. Menurut etika ini, binatang memiliki hak menikmati
kesenangan karena mereka dapat merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan
dan menjadikan rasa senang/penderitaan binatang sebagai salah satu standar
moral.
·
Etika Biosentrisme
Etika ini
menekankan kehidupan sebagai standar moral dengan salah satu tokohnya
adalah Kenneth Goodpaster. Hal yang dijadikan tujuan bukanlah rasa senang atau
menderita tetapi kemampuan atau kepentingan untuk hidup. Dengan menjadikan
kepentingan untuk hidup sebagai standar moral, maka yang dihargai secara moral
bukan hanya manusia dan hewan, melainkan seluruh makhluk hidup yang ada.
·
Etika Ekosentrisme. Etika ekosentrisme
menekankan keterkaitan seluruh organisme dan anorganisme dalam ekosistem.
Setiap individu mamiliki keterkaitan satu sama lain secara mutual dan memandang
bumi sebagai suatu pabrik terintegrasi berisi organsime yang saling membutuhkan,
saling menopang dan saling memerlukan. Kematian dan kehidupan haruslah diterima
secara seimbang. Hukum alam memungkinkan mahluk saling memangsa diantara semua
spesies. Ini menjadi alasan mengapa manusia boleh memakan unsur-unsur yang ada di alam, seperti binatang maupun
tumbuhan. Menurut salah satu tokohnya, John B. Cobb, etika ekosentrisme
mengusahakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan
keseluruhan dalam ekosistem.
Strategi
Penerapan Etika Lingkungan
Sikap Hormat terhadap Alam (Respect For Nature). Hormat terhadap alam
merupakan prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta
seluruhnya. Setiap anggota komunitas ekologis, termasuk manusia, berkewajiban
menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies serta menjaga
keterkaitan dan kesatuan komunitas ekologis.
Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility For Nature). Manusia
mempunyai tanggung jawab terhadap alam semesta (isi, kesatuan, keberadaan dan
kelestariannya).
Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity). Prinsip solidaritas muncul dari
kenyataan bahwa manusia adalah bagian yang menyatu dari alam semesta dimana
manusia sebagai makhluk hidup memiliki perasaan sepenanggungan dengan alam dan
dengan sesama makhluk hidup lain.
Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam (Caring For Nature).
Manusia digugah untuk mencintai, menyayangi, dan melestarikan alam semesta dan
seluruh isinya, tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi yang muncul dari
kenyataan bahwa sebagai sesama anggota komunitas ekologis, semua makhluk hidup
mempunyai hak untuk dilindungi, dipelihara, tidak disakiti, dan dirawat.
4. Jelaskan mengapa menggunakan
blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung perwujudan kebijakan
pemerintah dalam E-government disatu sisi dan mengekspresikan etika kita
terhadap lingkungan. Lengkapi dengan argumen ilmiahnya.
Jawab :
Perkembangan dunia teknologi telah
menjadikan berbagai hal/kegiatan, menjadi serba online. Mulai dari berjejaring
sosial, memburu berita, mencari berbagai hal (musik, ebook, video, gambar,
sofware dll), hingga media bisnis, belanja online, dan lain sebagainya. Blog atau web log dalam perkembangannya
ternyata memiliki peran penting untuk meramaikan konten-konten yang dapat diakses
pengguna online di dunia maya. Berbagai konten dapat share di dunia maya,
sehingga siapa saja yang terhubung dengan internet, dapat mengakses dan
mendownload: mengunduhnya dengan mudah dan gratis.
Reformasi disegala bidang serta pesatnya
kemajuan teknologi dibidang teknologi informasi telah melahirkan perubahan
tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perubahan tersebut memberikan dampak yang
cukup besar terhadap dunia pendidikan (dalam hal ini adalah strategi
pembelajaran) dan peran aparatur Negara sebagai salah satu unsur
penyelenggaraan Negara tidak luput dari tuntutan untuk melakukan berbagai
perubahan.
Strategi pembelajaran telah mengalami
perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK). Salah satu di antaranya adalah penggunaan blogspot.
Blogspot telah menjadi suatu kebutuhan bagi sivitas akademika, mengingat baik
dosen, mahasiswa maupun institusi pendidikan telah memanfaatkan teknologi
komputer dan internet dalam proses kegiatan
belajar mengajar.
Bagaimana mengeksperisikan etika
kita terhadap lingkungan dengan penggunaan blogspot kita ketahui penyebab utama
persoalan yang dihadapi manusia dan mengakibatkan kekhawatiran adalah terlampau
tingginya pengurasan sumber daya alam, tingginya kebutuhan dan gaya hidup,
diiringi dengan lajunya pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pasif. Dengan
adanya media blogger yang diterapkan di dunia maya saat ini kita dapat
mengekspresikan etika kita contoh: dengan menggunkan blogger untuk proses
perkuliahan kita tidak perlu lagi mengumpulkan tugas-tugas kuliah dengan
menggunakan kertas-kertas yang sudah di print/cetak, tetapi cukup menggunakan
blogger untuk dikirim/dipublikasikan kepada dosen dan pembimbing yang
bersangkutan sehingga tidak menimbulkan sampah seperti yang kita menggunakan
kertas.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan
blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung perwujudan kebijakan
pemerintah dalam e-government karena kita lihat dari pengertian pemerintahan
elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi
warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.
E-government sendiri bertujuan untuk meningkatkan efisiensi internal,
menyampaikan pelayanan publik secara praktis dan mudah di akses, serta proses
kepemerintahan yang demokratis. Dengan menggunakan blogspot ini kita telah
mendukung perwujudan kebijakan pemerintah dalam melaksanakan e-government di
satu sisi dan di sisi lain kita dapat mengeksperisikan etika kita terhadap
lingkungan karena kita tidak perlu menghabiskan ribuan lembar kertas untuk
tugas-tugas yang kita buat ini, dengan kata lain kita sudah berusaha untuk
beretika terhadap lingkungan.
5. Mengapa jejak ekologis itu merupakan gambaran
apakah seseorang itu menyumbang terhadap kerusakan lingkungan atau tidak.
Jawab:
Ecological footprint
(Jejak Ekologis), merupakan suatu sistem yang mampu mengukur seberapa banyak
tanah dan air yang diperlukan populasi manusia untuk menghasilkan sumber yang
mereka habiskan dan menyerap limbah yang dihasilkannya. Jejak ekologi tak
pernah lagi menjadi sebuah acuan negara dalam proses pembangunan dengan melihat
neraca aset-aset alam (ekologi). Di wilayah perairan (danau, sungai dan
lautan), semakin meningkatnya limbah-limbah industri telah memicu semakin
berkurangnya ikan dan biota perairan lainnya yang selama ini menunjang
kehidupan manusia.
Bumi memiliki tingkat keterbatasan sumber
daya berkaitan dengan jejak ekologi yang
merupakan jumlah lahan yang dibutuhkan untuk mendukung kebiasaan konsumsi atau
dengan kata lain, berapa banyak dari bumi sumber daya yang digunakan untuk mendukung gaya hidup. Isu
jejak ekologi telah diketahui selama bertahun-tahun. Tapi dengan penduduk dunia
terus meningkat dan sumber daya di dunia terus berkurang, masalah ini sekarang
menjadi salah satu masalah kritis.
Dengan menghitung Jejak Ekologis, kita bisa melihat apakah kita
menyumbang atau tidak terhadap kerusakan lingkungan dan melihat tingkat
kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Semakin besar Jejak Ekologis-nya, bisa
dikatakan penduduk di wilayah itu semakin makmur. Kemudian, dengan
membandingkan Jejak Ekologis dengan Biokapasitas, kita bisa melihat apakah
suatu wilayah mengalami defisit ekologis atau yang diistilahkan dengan
“overshoot.” Sederhananya, overshoot terjadi ketika nilai Jejak Ekologis
melampaui Biokapasitas. Jika suatu wilayah mengalami overshoot, bagaimana
penduduknya tetap bisa hidup dengan nilai Jejak Ekologis yang tinggi. materi
dan energi yang kita konsumsi tidak hanya didapat dari wilayah yang kita
tinggali. Bisa jadi kita hidup dengan disokong oleh Biokapasitas wilayah lain
yang sumberdayanya diambil kemudian disajikan dihadapan kita. Dengan mengetahui
ini maka kita akan ditarik ke dalam dimensi lain dari konsep Jejak Ekologis,
yaitu konsep pemerataan kesejahteraan. Terbayangkah ketika jejak ekologis kita
besar, maka yang “mengijinkan” kita memiliki gaya hidup seperti saat ini adalah
anak-anak kecil yang kelaparan di Afrika sana. Hal ini merupakan ulah dan
tingkah laku dari seseorang atau manusia itu sendiri yang mampu merugikan
kehidupan di lingkungan bersama.
6. Sudahkan anda membuat dan
mengelola blog dengan baik. Nilai anda juga ditentukan dengan pengelolaan
blospot anda.
Jawab :
Terima kasih. Saya sudah membuat dan
mengelola blog dengan baik Prof. Insyaallah saya akan selalu meningkatkan
pengelolaan blog saya dengan baik dan saya akan mengaplikasikan blog ini dengan
membagi atau share tentang ilmu pengetahuan lainnya melalui artikel saya di
blog yang saya buat agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Mohon untuk tetap membimbing
Prof, agar saya mampu lebih meningkatkan kembali pemahaman dalam penggunaan
blog yang lebih baik.
Coin Casino | The Best Online Casinos for Real Money | Casino
BalasHapusPlay the best casino games online for real money with no deposit 인카지노 and no deposit required. Sign up today! ☝️ Welcome Bonuses ⭐ 온카지노 Free Spins ⚡ Fast Payouts! 바카라 사이트